Janggalnya Penanganan Si “Mafia Pajak” Gayus

Gayus… Gayus….

Siapa sih yang tak kenal Gayus Tambunan alias Gayus? Bukan hal yang baru seorang tahanan yang bisa keluar masuk penjara seenaknya saja. Setelah lama di rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan, seringkali Gayus dekat dengan praktek korup dan suap dengan para aparat atau sipir. Oleh karena itu, jangan heran kalau gayus bisa keluar masuk penjara dan memasukkan atau menyimpan berbagai barang di tahanan. Dengan cukup membayar aparat yang menjaganya di lembaga pemasyarakatan saja, ia bisa melakukan hal – hal yang ia inginkan.

Dalam kasus gayus sendiri, terdapat beberapa kejanggalan dalam penanganannya oleh polisi. Indonesia Corruption Watch (ICW0 sendiri berhasil mengidentifikasi bahwa ada 10 kejanggalan dalam kasus Gayus. Daftar mengenai kejanggalan tersebut sendiri telah disampaikan dalam keterangannya di kantor ICW, Jl. Kalibata, Jakarta pada hari Minggu, 21 November 2010.

Kejanggalan yang pertama, kuat dugaan kasus Gayus tentang PT SAT yang mengalami kerugian Negara sebesar Rp. 570.952.000, bukan pada kasus utama yaitu kepemilikan rekening sebesar Rp. 28 M. itu dipilih oleh polisi agar menghindarkan terungkapnya kasus besar mafia pajak yang diduga menjerat para petinggi di institusi kepolisian juga di kejaksaan. Sehingga kasus Gayus sendiri diduga dipilih oleh polisi dalam penanganannya. Kejanggalan yang kedua yaitu mengenai perkembangan yang tak jelas dari save deposit milik Gayus yang disita polisi sebesar Rp. 75 M. Polisi sendiri tak mau terbuka mengenai nilai nominal yang diduga jauh lebih besar dari yang disita tersebut.

Kejanggalan yang ketiga yaitu belum tersentuhnya oleh hukum tiga perusahaan yang diduga terlibat juga dalam kasus korupsi Gayus yaitu KPC, Bumi Resource dan Arutmin. Padahal ketika awal, Gayus telah mengakui menerima uang sejumlah USD 3 juta dari perusahaan tambang yang sebagian kepemilikannya ada pada kelompok usaha Bakrie Brothers. Kejanggalan yang keempat adalah belumnya tersentuh hukum perwira tinggi Polri yang pernah disebut – sebut keterlibatannya dalam kasus Gayus. Padahal dua penyidik Bareskrim mabes Polri yang menangani kasus Gayus ini sendiri yaitu Afarat dan AKP Sri Sumartini sudah divonis bersalah.  Dalam kejanggalan ini, polisi terkesan terlalu melindungi para perwira tingginya dalam kasus Gayus.

Kejanggalan yang kelima adalah tidak dijeratnya atasan Gayus Tambunan, Humala Napitulu dan Maruli Pandapotan Manulung di Dirjen pajak yang sebenarnya memiliki tanggunga jawab yang lebih besar terkait dengan kasus pajak PT SAT. Kejanggalan yang keenam yaitu perubahan status secara tiba – tiba dari jaksa Cyrus Sinaga dan Poltak Manulang dalam kasus Gayus. Dalam kasus penggelapan pajak pada tanggal 10 Juni 2010 lalu, Mabes Polri menetapkan kedua jaksa tersebut sebagai tersangka kasus suap, namun tiba – tiba saja status Cyrus berubah menjadi saksi.

Kejanggalan yang ketujuh adalah tak adanya tindak lanjut dari kasus dugaan suap sebesar Rp. 5 M dan tindak penghilangan pasal korupsi serta pencucian uang dalam dakwaan Cyrus pada kasus sebelumnya yang melibatkan Cyrus. Kejaksaan Agung hanya melaporkan Cyrus ke kepolisian terkait dengan bocornya Rencana Penuntutan (Rentut). Kejanggalan yang kedelapan, terkesan enggannya Dirjen Pajak dalam memeriksa ulang pajak perusahaan yang diduga pernah menyuap Gayus, dan beralasan menunggu Novum yang baru.

Kejanggalan yang kesembilan adalah keluarnya Gayus dari Mako Brimob sehingga bebas plesiran ke Bali dengan memakai identitas palsu. Ini membuktikan bahwa Gayus punya posisi tawar menawar yang kuat kepada para pihak yang pernah disuap atau dilayaninya semasa dia tugas di Dirjen Pajak. Kejanggalan yang terakhir yaitu yang kesepuluh adalah Kepolisian terlihat tak serius dalam menangani kasus Gayus hingga terungkapnya aksi Gayus plesir ke Bali. Namun, Polri menolak kasus ini diambil alih oleh KPK.

Menurut saya sendiri, kasus Gayus sepantasnya diserahkan ke KPK. Karna seperti terlihat diatas, kasus seperti tak ditangani secara serius dan pihak kepolisian seperti menghindari terungkapnya kasus suap yang menjerat para petinggi dari institusi kepolisian dan kejaksaan. Dalam penetapan status tersangka dan saksi sendiri terdapat perubahan secara tiba – tiba sehingga ini menandai bahwa dalam penanganan kasus ini banyak terjadi kejanggalan.

Sumber :

http://www.detiknews.com/read/2010/11/21/153245/1498744/10/10-kejanggalan-penanganan-kasus-gayus-oleh-polisi

6 Comments »

  1. Budi Bisa Said:

    hahahahaaha…..
    aku kalau melihat wajah gayus kaya melihat wajah temenku….
    tapi yang aku salut dari gayus adalah dia berani berterus terang kalau dia mengaki kesalahanya, tidak menutup-nutpi. hal ini seharusnya yang menjadi kritik terhadap hukum di indonesia. kenapa koq di dalam penjara masih bisa keluar , berwisata jalan2 ke bali,,
    di blang siapa yang salah?
    ya tentunya mereka yang seharusnya menyadari kesalahanya. para oknum2 hukum di indonesia,, ingat.. pekerjaan anda adalah amanah dari rakyat. suatu saat pasti akan dituntut di akherat,,, bersiap2lah… hahha

    • piwda17 Said:

      haha… setuja ma km bud… gayus tuh orangnya polos banget, jadi skali ngebongkar kongkalikongnya, dia langsung jujur… wkwk ee….

  2. keslipit Said:

    Para penegak hukum yang mau disuap ini sebaiknya disuruh membayar denda kepada negara 10 X lipat dari uang suap yang diterima, ,men KAPOK,men KISMIN

    • piwda17 Said:

      hahaha…. setuja zis…. sekalian ae dihukum potong… ben kapok para koruptor n mapia pajek… wkwkwk… tp du potong gaji… wkwkwk…

  3. alfiaputhel Said:

    Intine:
    Hukum bisa dibeli di Indonesia.
    (Pro prok prok)

    • piwda17 Said:

      benar sekali… hukum tak pandang bulu… saking tidak pandangnya.. jadi bisa dibeli…. wkwkwk…


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: