A Tritubte to “Kendaraan Umum”…

Tak pelak, transportasi umum sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat kebanyakan. Dari mulai Kancil atau Bemo sampai dengan Bis besar antarpulau. Bisa dibayangkan jika transportasi umum mogok satu minggu untuk tidak narik penumpang, maka para pekerja, siswa , mahasiswa, dan orang – orang tidak bisa melakukan kegiatannya dengan baik. Dengan naiknya jumlah pengguna motor dan mobil pribadi, tak pelak kemacetan dan masalah transportasi umum muncul. Kemacetan yang menjadi – jadi contohnya seperti di Jakarta, kadang membuat para pemilik transportasi umum demo atau mogok dikarenakan pemerintah yang kesulitan mengatasi permasalahan ini. Mulai dari kebijakan pemerintah dengan menaikkan bea pajak bagi kendaraan pribadi, sampai dengan membuat Transportasi Publik “Trans atau Bus Way”tak mengatasi permasalahan dijalanan sedikitpun. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah hanya lebih mempengaruhi jumlah penumpang saja, yaitu jumlah penumpang bis atau angkutan kota berkurang dan berpindah menjadi pengguna Trans atau Bus Way.

Menurut saya sendiri sebenarnya Trans atau Bus Way bisa menjadi jalan keluar, namun permasalahan yang sering muncul adalah pada proses perencanaan Bus way menjadi jalan keluar. Dalam perencanaan tersebut seharusnya masyarakat dilibatkan dalam hal ini dan sudahkan aspek sosial dan ekonominya dipertimbangkan. Karena setiap kebijakan seputar kendaraan umum ini juga terkait dengan nasib ribuan pelaku pada sektor ini. Menurut Prof. Selo Soemardjan sendiri dalam tulisannya yang berjudul Good Governance (Jurnal Ekonomi Rakyat, No. 4/Juni/2002) menggambarkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam berbagai proses pemerintahan dengan memperhatikan aspek budaya lokal adalah karakter utama good governance. Dan sudah selayaknya masyarakat diikutkan dalam penyusunan rencana kebijakan mengenai Kendaraan Umum tersebut. Dalam keterlibatannya sendiri, masyarakat tidak cuma terlibat dalam merencanakannya saja tetapi juga aktif terlibat pada implementasi kebijakan dan evaluasi.

Ternyata, yang menjadi permasalahan umum transportasi umum sendiri tidak hanya disebabkan karena kebijakan publik yang buruk namun juga oleh beberapa faktor. Faktor – faktor tersebut antara lain, faktor mentalitas pengguna jalan, pola penegakan hukum serta daya dukung lingkungan sosial. Mentalitas pengguna jalan di Indonesia umumnya cukup memprihatinkan. Itu sendiri terlihat dari pola penggunaan jalan yang semena – mena dan tak memperhatikan faktor keselamatan. Hal ini ternyata telah memberikan kontribusi menambah masalah di jalanan.  Pola penegakan hukum juga menjadi faktor khusus permasalahan umum transportasi sekarang ini. Ini terlihat dari aturan hukum yang kadangkala berlaku secara tidak tegas dan cenderung bersifat kompromistis menyangkut pelanggaran di jalanan. Jadi, penegakan hukum mengenai pelanggaran di jalan dianggap remeh oleh pengguna jalan. Tak pelak, karena hukum yang tak tegas, kerap kali kita lihat pengguna kendaraan bersuka ria mengebut di jalanan dan tak takut melanggar aturan di jalanan.

Di lain pihak, daya dukung lingkungan sosial pun juga lemah, misalnya kesadaran untuk memelihara kelestarian jalan secara swadaya atau upaya untuk meningkatkan kenyamanan jalan melalui penghijauan jalan secara swadaya juga terbilang belum cukup memadai. Masyarakat terlalu tergantung pada pemerintah. Padahal daya dukung ini akan sangat berarti dalam upayanya mengatasi berbagai permasalahan transportasi di jalanan. Ibarat sebuah toko, jalan raya merupakan etalasenya. Artinya apapun yang terjadi disana adalah cerminan dari apa yang dimiliki kota tersebut. Semakin beradab perilaku pengguna jalan sama artinya masyarakat ditempat tersebut makin beradab.

Jadi, penanganan masalah transportasi umum, sepatutnya diselesaikan secara bersama dan pemerintah tidak seenaknya membuat kebijakan sendiri tanpa partisipasi dari masyarakat pula. Selain itu dalam mengatasi masalah transportasi umum juga harus melihat beberapa faktor khusus yang juga menjadi permasalahan seperti faktor mentalitas pengguna jalan, pola penegakan hukum serta daya dukung lingkungan sosial. Benar – benar, a tribute to “Kendaraan Umum”…

Sumber :

http://www.kibasilalang.com/2008/04/menyoal-fenomena-transportasi-publik.html

3 Comments »

  1. transportasi publik akhir-akhir ini memberikan kesan yg buruk
    molai dr bencana anjloknya KA, terbakarnya gerbong KA, lakalantas bus, dan yg paling parah tentang sistem di penerbangan….
    bru 2 bulan terdapat kisruh pelayanan pesawat terbang yang merugikan banyak pihaj pengguna jasa penerbangan terkait….
    bgmn tanggapan n solusinya.?

    • piwda17 Said:

      benar sekali mba endang, miris sekali transportasi publik negara kita… tp selayaknya kita tetap menggunakannya tuk menjaga kelangsungan transportasi publik… sip…
      nice comment… thanks…

  2. mamaz_ploz Said:

    yg penting bisa bepergian dengan lancar, gk masalah transportasinya mau kyk apa… hahaha..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: